Beberapa wanita terlahir dengan
jaringan otot kolagen lemak dan vagina yang kendur bahkan pada saat usia muda
dan tidak hilang selama melahirkan. Tetapi, penyebab kendornya otot vagina
biasanya disebabkan karena melahirkan anak. Kerusakan umumnya disebabkan oleh
kehamilan dan melahirkan. Kepala bayi yang dilahirkan, melewati vagina, bisa
menyebabkan otot panggul terlalu "melar" dan merobeknya. Dan bisa
menjadi lebih buruk lagi bila sang pasien tidak melakukan senam Kegel selama
hamil dan setelah melahirkan.
Banyak wanita mengetahui
bahwa, senam ini bisa menghindari atau mengurangi risiko rusaknya otot panggul.
Untuk mengetahui rusak tidaknya otot panggul, dokter bisa memasukkan jari
telunjuk ke vagina dan jempol ke dalam anus dan "mencubit"nya. Bila
ada semacam ruang kosong di antaranya, maka otot panggul telah rusak dan di
jaringan "tubuh perineal" yang terletak di daerah itu. Ini adalah
masalah yang umum disebabkan oleh proses penyembuhan atau pemotongan yang buruk
(episiotomy) pada vagina sesaat setelah melahirkan.
Hal ini yang menyebabkan
perasaan seperti vagina yang terbuka pada pasien dan pasangannya, keluhan
seperti "longgar", "tidak ada sensasi" , "tidak
menggigit",dan "tidak menyenangkan" sering terdengar.
Berikut adalah alasan mengapa banyak orang hendak melakuakan operasi pengencangan vagina ini:
1.
Alasan
medis:
Rasa tidak
nyaman akibat bibir vagina yang panjang, terutama saat berolahraga, melakukan
hubungan seksual dan mengenakan celana ketat.
2.
Alasan kosmetik:
Beberapa
merasa tidak bahagia dan malu saat berhubungan seksual yang mempengaruhi
kepercayaan dirinya. Banyak juga wanita yang hanya menginginkan adanya
perubahan pada organ seksual luar: Mons Pubis (daerah lemak di bawah rambut
organ vital) atau labia eksternal/internal (bibir vagina). Kebanyakan
pasien menjalani labioplasty untuk mengurangi panjang bibir vaginanya.
Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan
apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi
Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.
article from: ginekologihospital
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar