Penyebab timbulnya polip serviks belum
diketahui dengan pasti. Namun sering dihubungkan dengan radang yang kronis,
respon terhadap hormon estrogen dan pelebaran pembuluh darah serviks.
Penampilan polip serviks menggambarkan respon epitel endoservik terhadap proses
peradangan.
Polip servik dapat menimbulkan perdarahan
pervaginam, perdarahan kontak, pasca coitus merupakan gejala yang tersering
dijumpai. Polip servik yang terjadi sebagai akibat stroma local yang menutupi
daerah antara kedua celah pada kanalis servik. Epitellium silinder yang
menutupi polip dapat mengalami ulserasi
polip serviks pada dasarnya adalah suatu reaksi radang, penyebabnya sebagian besar belum diketahui. karena pada dasarnya adalah reaksi radang, maka ada kemungkinan:
1.
radang sembuh sehingga polip mengecil atau kemudian hilang
dengan sendirinya
2. polip menetap ukurannya
3. polip membesar.
Faktor risiko memiliki polip serviks meningkat
pada wanita dengan diabetes mellitus dan vaginitis berulang dan servisitis,
polip serviks tidak pernah benar-benar terjadi sebelum onset menstruasi. Hal
ini biasanya terlihat pada wanita usia reproduksi. Yang paling rentan terhadap
penyakit ini adalah perempuan usia 40 sampai 50 tahun.
Hal ini juga mengatakan bahwa polip serviks
dapat ditemukan pada insiden yang memicu produksi hormon. Wanita hamil memiliki
risiko yang lebih tinggi karena perubahan tingkat hormon, mungkin dari
peningkatan produksi hormon beredar juga
Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan
apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi
Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.
article from: ginekologihospital
Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar