Keseringankeguguran adalah hal yang ditakuti oleh ibu yang baru hamil atau ibu yang hamil
muda, pasalnya hal ini dapat mengecewakan harapan untuk segera memiliki
keturunan.
Namun
keseringan keguguran dapat di cegah dengan berbagai faktor yang telah
disarankan oleh dokter kandungan, maka itulah anda harus lebih menjaga dan
memperhatikan hal sekecil apapun dalam proses kehamilan.
Bila
tak ada janin tapi tanda-tanda kehamilan masih ada, hal ini dalam ilmu
kedokteran disebut blighted ovum(BO). Bila keadaan sudah demikian, dokter akan mengambil tindakan
kuretase, yaitu pengerokan pada rahim dengan tujuan mengosongkan rongga rahim.
Bila
disebabkan infeksi, dokter akan mengobati infeksinya lebih dahulu. Jika infeksi
sudah dipastikan sembuh, ibu tersebut baru diperbolehkan hamil kembali. Jika
keguguran akibat mulut rahim yang lemah, maka pada kehamilan berikutnya akan
dilakukan tindakan operasi pengikatan mulut rahim.
Untuk
boleh hamil kembali setelah mengalami keguguran, umumnya dokter akan
menganjurkan 3-6 bulan ke depan. Hal ini lebih disebabkan, bagi seorang ibu,
untuk hamil kembali, ia memerlukan kesiapan fisik dan mental. Apalagi setelah
kehilangan calon bayinya yang tentu saja akan meninggalkan kesedihan.
Jadi,
kehamilan memang memerlukan dua faktor, yaitu sehat secara fisik dan sehat pula
psikisnya. Di sisi lain, diperlukan pula dukungan
Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan
apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi
Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.
article from: ginekologihospital
Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar