Untuk tindakan pengobatan Polip Serviks selain curettage
untuk saat ini belum ada, tapi
untuk polip-polip yang ukurannya kecil (beberapa milimeter) bisa dicoba
pemberian obat yang dimasukkan melalui vagina, untuk mengurangi reaksi radang.
Setelah pemberiannya tuntas, diperiksa lagi, apakah
pengobatan tersebut ada efeknya pada polip atau tidak. jika tidak, maka untuk
pengobatannya dengan kauterisasi. Bila
polip mempunyai tangkai kurus, tangkainya digenggam dengan forsep polip dan
diputar beberapa kali sampai dasar polipnya terlepas dari jaringan servik
dasarnya.
Bila terdapat perdarahan pervaginam abnormal, maka diperlukan
curettage di RS untuk menyingkirkan keganasan servik dan endometrium. Polip yang mudah terlihat dengan tangkai
yang tipis dapat disekam dengan klem arteri atau forcep kasa dan dipluntir
putus.
Dianjurkan mengkauterisasi dasarnya untuk mencegah pendarahan
dan rekurensi. Pasien yang mempunyai banyak polip mungkin terbaik diterapi
dengan cara konisasi sehingga setiap polip yang tidak terlihat didalam kanalis
tidak akan diabaikan. Biasanya, polipektomi cervix harus dilakukan bersama
dengan suatu kuretase.
Ada beberapa langkah yang dapat membantu mencegah infeksi dan ini:
Ada beberapa langkah yang dapat membantu mencegah infeksi dan ini:
1.
Pakai
celana katun atau stoking dengan selangkangan kapas. Ini membantu mencegah
akumulasi kelebihan panas dan kelembaban. Panas dan kelembaban membuat seorang
wanita rentan terhadap infeksi vagina dan leher rahim.
2. Pakailah kondom setiap hubungan seksual. Ini mengurangi
resiko infeksi menular seksual.
Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.
article from: ginekologihospital

Tidak ada komentar:
Posting Komentar