Ciri umum
terjadinya keseringan keguguran adalah rasa mulas dan perdarahan yang terjadi
secara bersamaan. Jika terjadi perdarahan yang tidak disertai rasa mulas, belum
tentu itu adalah keguguran.
Namun ada juga sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi adanya keseringan keguguran, di antaranya:
Namun ada juga sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi adanya keseringan keguguran, di antaranya:
-
Usia ibu hamil.
Sebaiknya seorang wanita
mengandung sebelum usia 30 tahun, atau maksimal sebelum usia 35 tahun, karena
setelah melewati usia tersebut kandungan akan semakin rawan mengalami
keguguran, terutama setelah usia 40 tahun.
-
Gaya hidup.
Biasakanlah menerapkan
gaya hidup sehat. Hindari rokok, konsumsi alkohol maupun penggunaan obat-obatan
terlarang.
-
Pekerjaan berisiko.
Pekerjaan yang berhubungan
dengan bahan kimia biasanya berbahaya bagi ibu hamil, sehingga bisa
meningkatkan potensi keguguran. Namun pekerjaan berisiko tersebut pada umumnya
jarang dijumpai di Indonesia, yang secara khusus dilakukan oleh wanita. Bukan
berarti wanita dilarang bekerja saat hamil, justru dr. Handi Suryana, SpOG
menyarankan ibu hamil untuk bekerja karena terbukti baik untuk kesehatannya.
Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.
article from: ginekologihospital
Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar