Berikut ini adalah jenis dari erosi rahim :
1.
Servik uteri:
Servik uteri adalah penghalang penting bayi masuknya
ke dalam genetalia interna. Dalam hubungan ini seorang nulliparadalam keadaan
normalkanalis servikalis bebas kuman, pada seorang multipara dengan ostium
utero eksternum sudah lebih terbuka, batas ke atas dari daerah bebas kuman
ialah ostium uteri internum.
Radang pada serviks uteri biasanya terdapat pada
porsio uteri diluar ostium uteri eksternum dan/atau pada endoserviks uteri.
Pada beberapa penyakit kelamin, seperti gonorea, sifilis, ulkus molle, dan
granuloma inguinale, dan pada tuberculosis, dapat ditemukan radang pada
serviks.
2.
Erosi Porsio
Erosi Porsio ialah adanya sekitar ostiu uteri eksternum suatu berwarna merah menyala dan agak mudah berdarah. Memahami Reproduksi wanita erosi porsio adalah pengisikan mulut rahim yang disebabkan oleh karena manipulasi atau keterpaparan oleh bendah yang dapat mengakibatkan menjadi radang dan lama – lama menjadi infeksi. Erosi serviks dewasa ini telah sangat jarang sekali di pakai pada sumber kepustakaan, dan sekarang ini yang tampak adalah bahwa “erosi” sebenarnya ialah servisitis kronika.
Erosi Porsio ialah adanya sekitar ostiu uteri eksternum suatu berwarna merah menyala dan agak mudah berdarah. Memahami Reproduksi wanita erosi porsio adalah pengisikan mulut rahim yang disebabkan oleh karena manipulasi atau keterpaparan oleh bendah yang dapat mengakibatkan menjadi radang dan lama – lama menjadi infeksi. Erosi serviks dewasa ini telah sangat jarang sekali di pakai pada sumber kepustakaan, dan sekarang ini yang tampak adalah bahwa “erosi” sebenarnya ialah servisitis kronika.
Penyakit ini dijumpai pada sebagian besar wanita yang pernah melahirkan. Luka –luka kecil maupun besar pada serviks karena partus atau abortus memudahkan masuknya kuman –kuman ke dalam endoserviks dan kelenjar – kelenjarnya lalu menyebabkan infeksi menahun.
Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan
apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi
Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.
article from: ginekologihospital
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar